JIPP Jateng

Info Penting : Launching KIPP tingkat Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan pada bulan April 2020    Info Penting : Launching KIPP tingkat Nasional ( SINOVIK ) dimulai pada bulan Maret 2020    

MISTERI CALON PENGANTIN PASESO MERAPI (PENGURANGAN RESIKO BENCANA BERBASIS MASYARAKAT)

2018-10-18 08:34:43

Ancaman bencana paling berbahaya di Kabupaten Magelang adalah letusan gunung merapi.  Probabilitas ulang letusan terjadi sekitar 4-5 tahunan. Gunung merapi merupakan gunung teraktif di dunia. Ancamannya ditetapkan sebagai ancaman permanen bagi warga sekitarnya. Pada tahun 2010, berawal dari peningkatan status “normal” menjadi “waspada” pada tanggal 20 September oleh BPPTKG. Berlanjut hingga tahap erupsi yang terjadi pada tanggal 26 Oktober, 28 Oktober hingga 5 November 2010. Menurut laporan BNPB, 18 November 2010, jumlah korban yang tewas pada letusan Merapi tahun 2010 mencapai 275 orang.Kondisi penanganan pengungsi letusan gunung merapi tahun 2010 menunjukkan masih rendahnya manajemen penanganan pengungsi yang diindikasikan oleh beberapa hal antara lain: Terjadinya kepanikan dan kesemrawutan dalam proses evakuasi warga, Ketidak jelasan tempat tujuan warga untuk mengungsi, Pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi (logistik) tidak merata, Rasa sangat tidak nyaman pengungsi di tempat pengungsian, Muncul berbagai macam risiko bencana ikutan akibat penanganan pengungsi yang kurang baik (kecelakaan lalu lintas saat evakuasi, terserang penyakit akibat kondisi tempat pengungsian yang kurang sehat), dan Pelayanan administrasi pemerintah desa tidak dapat dilaksanakan karena data yang dbutuhkan tertinggal di desa asal.Paseduluran Deso (PASESO)/ Sister Village ini adalah konsep memperbesar skala pengungsian dari rumah ke rumah menjadi desa ke desa. Dalam praktiknya ada desa penyangga, yaitu desa yang akan ditempatkan sebagai desa penampung dari desa yang tertimpa bencana yaitu dengan cara seperti melamar pengantin. Lamaran Desa tersebut dapat diterima, ditolak atau sudah diterima namun gagal menjadi pasangan pengantin desa. Telah terbentuk 19 pasang desa bersaudara berbasis web dengan memanfaatkan Sistem Informasi Desa (SID) di wilayah KRB III dan di 42 desa penyangga sehingga penanganan pengungsi lebih tertata dan korban dapat di minimalisir. Yang dilakukan adalah desa-desa KRB III melamar pengantinnya di desa-desa penyangga di daerah aman dengan proses MOU.

Foto Penerapan

Awal Periode : 13 Juni 2013




Lihat Video Inovasi

Personal Kontak : Drs. EDY SUSANTO
Telepon : 08122940792
Instansi : BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN MAGELANG