JIPP Jateng

Info Penting : Launching KIPP tingkat Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan pada bulan April 2020    Info Penting : KIPP tingkat Nasional (SINOVIK) Tahun 2020 telah dimulai, Pengajuan Proposal 4 Maret - 26 April 2020    

Pro Investasi (Implementasi PTSP) Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah

2018-04-27 10:09:53

Pelayanan public menjadi pusat perhatian Pemerintah, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, Dunia Industri, dan masyarakat pada umumnya. Menilai sebuah pemerintahan baik atau tidaknya, salah satu indikatornya adalah dilihat dari bagaimana Penyelenggara Pelayanan Publik memberikan pelayanannya kepada masyarakat, maka tidak heran jika salah satu dari delapan area perbaikan Reformasi Birokrasi adalah perbaikan di bidang pelayanan publik. Citra yang kurang baik terhadap pelayanan publik hampir tertuju pada sebagian besar unit-unit pelayanan publik di Indonesia, termasuk di Kabupaten Boyolali, mulai dari pelayanan yang lambat, berbelit-belit, adanya pungli, banyaknya calo yang menyebabkan biaya menjadi mahal, dan lain-lain. Kondisi tersebut menyebabkan posisi tawar masyarakat cenderung lemah, mereka hanya menerima produk layanan dari pemerintah tanpa bisa memberikan kontribusi langsung terhadap produk layanan yang diselenggarakan pemerintah.  Dari sisi kelembagaan yang dahulu hanya berbentuk Kantor Pelayanan Terpadu dengan eselon III, menyebabkan minimnya kewenangan, kurangnya kekuatan untuk melakukan koordinasi, maka kemudian sejak Drs. Seno Samodro dilantik menjadi Bupati Boyolali pada tanggal 3 Agustus 2010 (Periode Pertama), dengan visi dan misi Bupati Boyolali "“ Pro Investasi, Mewujudkan Boyolali yang Maju dan Lebih Sejahtera”, mulai terdengar setiap hari dari Kabupaten Boyolali sampai ke seluruh penjuru tanah air bahkan dunia. Visi dan Misi Bupati Boyolali ini merupakan janji yang disampaikan oleh  Seno Samodro pada waktu kampanye dan kemudian setelah terpilih menjadi Bupati janji politik saat kampanye tersebut dituangkan menjadi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Boyolali Tahun 2010 – 2015 dan dilanjutkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Boyolali Tahun 2016 – 2021 pada kepemimpinnya periode kedua, dengan melanjutkan Visi dan Misi yang masih tetap mempertahankan “Pro Investasi”. Konsep Pro Investasi adalah konsep untuk mempermudah segala layanan dan perizinan investasi dalam rangka pengembangan sistem " One  Stop Service" dan membuka pusat informasi atau "information centre" serta didukung dengan peningkatan infrastruktur yang memadai. Diharapkan dengan penerapan konsep Pro Investasi secara terpadu dapat meningkatkan jumlah realisasi investasi dan jumlah investor di Kabupaten Boyolali dan meningkatkan penyediaan lapangan kerja seluas luasnya.Pemikiran Pro Investasi oleh Seno Samodro berawal dari minimnya investor yang masuk ke Boyolali bila dibandingkan Kabupaten/Kota sekitarnya.Padahal untuk lebih mensinergikan pembangunan di Boyolali perlu dukungan dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Di satu sisi potensi geografis Boyolali yang berada di area Segitiga Emas yang dilintasi oleh jalur tol trans Jawa menjadi daya tarik tersendiri baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing maupun perorangan.

Foto Penerapan

Awal Periode : 08 Maret 2010




Lihat Video Inovasi

Personal Kontak : EL. RUSDIANTI. HL,SH
Telepon :
Instansi : DPMPTSP