JIPP Jateng

Info Penting : Launching KIPP tingkat Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan pada bulan April 2020    Info Penting : KIPP tingkat Nasional (SINOVIK) Tahun 2020 telah dimulai, Pengajuan Proposal 4 Maret - 26 April 2020    

GEBRAKAN NGAPAKS (Mengubah "Neraka" menjadi "Surga")

2019-11-25 04:26:17

Tujuan inovasi memindahkan anak-anak gelandangan pengemis dan pengamen jalanan warga Kampung Sri Rahayu Purwokerto masuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Dibutuhkan jurus jitu dan inovasi berani untuk bisa merubah mindset para orang tua agar anak-anaknya bisa bersekolah, tidak mengemis dan menggelandang. Inovasi ini mengedepankan sebuah gerakan, karena masalah gelandangan anak pengemis tidak mungkin bisa ditangani oleh satu leading sector. Sebelum 2010 disetiap perempatan trafficlight kota Purwokerto dijumpai pengemis dan pengamen anak, sekarang jauh berkurang. Melalui inovasi gerakan, masyarakat bukan sebagai obyek tetapi sebagai subyek pembangunan. Kata kuncinya kepedulian, apa yang ada dan bisa diperbuat untuk perbaikan dari semua instansi dan komponen masyarakat untuk terlibat. Melalui gerakan, penyelenggaraan PAUD dilakukan sendiri oleh masyarakat termasuk semua bantuan dan pengelelolaan uang. Inovasi terinspirasi hasil survei tim inovasi dan desakan Camat (Awal 2010) saat kunjungan anggota DPRD, dinas/SKPD terkait ke kampung Sri Rahayu atas undangan Camat yang menemukan banyak anak kampung Sri Rahayu tidak bersekolah. Inovasi ini telah melahirkan PAUD (KB Satria Rahayu) serta memberikan inspirasi dan kontribusi terhadap perkembangan lembaga PAUD di Banyumas. Banyak kelompok masyarakat terinspirasi oleh berdirinya lembaga PAUD Kelompok Bermain (KB) Satria Rahayu terlebih setelah diberitakan media koran lokal dan regional. Selain inovator, SDM adalah warga kampung Sri Rahayu. Keuangan lembaga PAUD adalah donatur, iuran siswa/wali murid dan DAK Non Fisik BOP PAUD, Keterlibatan dan perhatian pejabat walau silih berganti hingga saat ini masih tetap komit dan konsisten. Hasil inovasi melahirkan lembaga PAUD yang mandiri, perubahan kebiasaan hidup anak, perubahan perilaku atau etika dan perubahan pola pikir atau mindset. Inovasi melibatkan DPRD, Bupati, dinas SDM, dinas Sosial, DEPAG, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan Universitas Muhamadiyah Purwokerto, Moro Super Market, Camat dan dinas Pendidikan yang menangani langsung. Apapun masyarakatnya bila diberi siraman doa, dihargai, diberi ruang, kepercayaan, transparansi dan dimanusiakan, maka mereka akan membalasnya dengan kebaikan.

Foto Penerapan

Awal Periode : 01 Maret 2010


Lihat Video Inovasi

Personal Kontak : Kabupaten Banyumas
Telepon :
Instansi :